PKL(Praktek
Kerja Lapangan)
Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan
Labuan
Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur
Diluar rencana yang tak
semestinya, sebelum pada akhirnya saya memutuskan untuk PKL di Dinas
Pariwisata, sekitar satu buan sebelum tanggal PKL akan dilaksanakkan, salah
seorang teman yang merupakan orang yang sudah lama tinggal di Labuan Bajo,
menawarkan untuk ikut PKL di TNK (Taman Nasional Komodo) yang merupakan satu
kawasan dengan Labuan Bajo, dan akhirnya dengan segala cerita yang dia miliki
saya dan ke lima temen pun tertarik dengan yang ia ceritakan karena pernah
melakukan Manggang sebelumnya sewaktu SMA di TNK, kami beranggotakan 7 orang
siap untuk memutuskan akan melakukan PKL di tempat terebut, berhari hari
menunggu kabar yang tak pasti dari pihak TNK mambuat kami resah dan selalu
bertanya-tanya kapan bisa muli untuk PKL.
Dua minggu menjelang hari libur kuliah sekaligus
tanggal mulai PKL akan dilaksanakan, teman yang memberi info mengenai
Magang di TNK pun muncul dengan memberikan kabar yang cukup mebuat kami semua
kaget bukan kepalang, ia menginformasikan bahwa dari pihak TNK tidak memberikan
izin magang dikarenakan kantor TNK masih dalam tahap renovasi. pada akhirnya kami
semua mencari jalan masing-masing untuk melaksanakan PKL. tak terkecuali aku
dan Choirul ibad (ibad) dan yang tetep ingin melakukan PKL di Labuan Bajo, dan
tak lain juga dengan Syarif Hidayatullah (Box) orang yang sudah lama tinggal di
Labuan Bajo sekaligus orang yang memberikan info mengenai maggang di TNK, dan
di tambah satu teman Rini Asriani (Rini) yang semula tidak masuk dalam anggota
7 orang dan ternyata melakukan PKL di Labuan Bajo. setelah melalui berbagai
pertimbangan dan pencarian tempat PKL yang ada di Labuan Bajo akhirnya saya,
box, dan rini memilih magang di Dinas Pariwisat dan Kebudayaan Manggarai Barat
dengan bidang yang berbeda saya di bidang pemasaran, box bidang budaya, dan
rini di bidang destinasi, sedangkan ibad di Bandara Komodo, Gapura Angkasa di
bagian cek-in counter.
tibalah ditanggal yang sudah kami tetapkan untuk
mulai PKL yaitu tanggal 10 juli 2017, namun keberangkatan kami berempat pun
tidak kami rencanakan untuk berangkat bersama, rini yang mendahului terbang
menuju tanah flores karena dia memang asli orang NTT, sedangkan aku dan ibad
berangkat pada tanggal 8 juli 2017 karena sebelum kami mulai untuk PKL
kami harus sudah mendapatkan rumah tinggal sementara atau Kos selama dua bulan
di tanah rantau Labuan Bajo, sedangkan Box orang tuanya memang berdomisili di
Labuan Bajo, dia berangkat pada tanggal 9 juli 2017 menggunakan Kapal Muatan
penumpang atau sering di sebut dengan kapal Tilong yang ada hanya 2
minggu sekali.
setelah tiba di
Labuan Bajo aku dan ibad langsung menuju penginapan yang sudah kami booking
dihari itu juga, keesokan harinya aku dan ibad memulai pencarian kos di daerah
yang dekat dengan tempat kami akan melaksanakan PKL, melalui perjalanan panjang
dengan berjalan kaki, naik turun Bemo(angkot), panas menyengat, membewa ransel
dan koper dalam genggaman membuat kami benar-benar seperti merasakan
peerjuangan hidup di tanah rantau yang sebenarnya. Setelah berjam-jam merasakan
panas teriknya matahari Labuan Bajo pencarian kami pun membuahkan hasil, kami
mendapatkan tempat yang bisa dikatakan lebih dari cukup untuk di tempati 2
orang, ditambah lagi dengan pemilik kosan yang begitu rendah hati, ramah dan
sangat baik hati mau meminjamkan kami kasur dan berbagai peralatan rumah tangga
karena tau kami adalah 2 orang mahasiswa magang yang berasal dari jawa
(ditambah lagi mereka sangat menghargai pendatang dari jawa terutama).
keesokan harinya PKL ditempat masing-masing pun
dimulai, semua diluar ekspektasi saya dan kedua teman saya (Box dan Rini) yang
PKL di Dinas Pariwisata dan Budaya, tidak begitu banyak kegiatan, tugas, atau
pekerjaan yang kami lakukan. beruntung tidak hanya kami yang melakukan PKL
dikala itu tapi ada juga adik-adik dari berbagai SMK yang ada di Kabupaten
Manggarai Barat, jadi lumayan hari-hari saya pun tidak terasa membosankan,
beberapa kali kami melakukan perjalanan bersama untuk menikmati keindahan
pantai Labuan Bajo.
beberapa Anak SMK yang memang benar-benaar akrab
dengan saya seperti Apri, Siska Lede, Helen, Dina dan masih ada beberapa lagi,
tidak jarang juga mereka selalu main ke kosan untuk menambah kedekatan kami.
Tidak hanya mereka tetangga yang tinggal bersebalahan dengan kami pun sering
main kekosan tidak lain adalah anak-anak tetangga kos yang berjumlah empat
orang yaitu Sintia anak sulung dan satu satunya saudara perempuan, kedua si
pengingat yang baik dan jenius namanya Sinyo, ketiga yang selalu berulah dengan
kelucuannya yaitu Edwar, dan terakhir si bungsu yang selalu suka sibuk dengan
dunia bermainnya sendiri atau lebih ke sifat penyendirinya yaitu Yansen.
merekalah orang-orang yang selalu mengisi
hari-hari ku penuh dengan canda dan tawa selama dua bulan di Labuan Bajo, tiada
hari tanpa kedatangan mereka yang selalu datang secara bergantian, ketika siang
hari setelah pulang PKL adik-adik SMK akan mampir di kosan ku sampe sore
kemudian setelah mereka pulang datanglah adik-adik tetangga kos yang main
kosan. settelah malam tiba suatu hal yang sering kami lakuukan adalah mencaari
makan malam dan nongkrong di pelabuhan, merupakan suatu hal yang tidak pernah
kami lewatkan, apa lagi jika ada kapal yang berlabuh untuk menurunkan dan
mengangkut penumpang kembali untuk diberngkatkan ke pulau-pulau lain indonesia,
hal tersebut merupakan tontonan sekaligus hiburan tersendiri bagi aku dan Ibad
melihat kedatangan dan kepergian orang-orang ketujuannya masing-masing.
tak jarang juga setiap hari jika merasa bosan
kami eksplor tempat-tempat indah yang belum banyak diketahui oleh orang banyak
yang ada di Labuan Bajo hanya dengan mengandalkan GPS kami berangkat
ketempat-tempat yang begitu menakjubkan walaupun meedan yang kami lalui tidak
semudah dan segampang yang kami pikirkan karena dikala itu masih banyak jalan
berbatu, berdebu jaka ada kendaraan besar lewat, berlubang hamppir sepanjang
jalan, namun semua itu tidak meutuskan niat kami untuk mengeksplore lebih jauh
sehingga sampai ketempat yang diinginan dan perjalanan kami terbayar dengan
dimanjakan keeindahan alam Bajo.
tanpa terasa hari-hari berlalu begitu cepat
menyimpan memori indah yang tidak bisa untuk dilupakan, mulai dari pesona
alam Bajo, keelokan senja di sore hari, dan kelucuan orang-orang yang ku
temui membuatku ingin untuk mengunjunginya kembali.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar